The orangutan is the only strictly arboreal ape and is actually the largest tree living mammal in the world. The rest of the apes do climb and build sleeping nests in the trees, but are primarily terrestrial (spending their lives on the ground). Even the hair color of the orangutan, a bright reddish brown, is unique in the ape world.
The orangutan has the most remarkable ability to travel through the forest treetops. They make their home in these trees and build nests each night out of leaves and branches in the very tops of the trees.
This is where they live and sleep – sometimes as much as 100 feet above the ground. The orangutan has little need to come down from the trees, as they are uniquely adapted for their arboreal lifestyle.
Almost all of the food they eat grows in the treetops and the frequent rains fill the leaves thus supplying their drinking water. When water is difficult to get, they chew leaves to make a sponge to soak up water in tree cavities. When it rains very hard the orangutan makes an umbrella for himself out of big leaves. Many people are familiar with the studies that have shown chimpanzees using tools, such as termite-fishing sticks. Recent studies show that some populations of orangutans also fashion tools to aid in the difficult task of foraging for food.Some might say orangutans have four hands instead of two hands and two feet. This makes them graceful and agile while climbing through the trees but it makes walking on the ground somewhat slow and awkward. That is why the orangutan is at a great disadvantage on the ground, and why the orangutan rarely comes down from the treetops. Their food is there, their home is there and they are safer there.
An orangutan’s lifespan is about 35-40 years in the wild, and sometimes into the 50’s in captivity. They reach puberty at about 8 years of age, but a female isn’t ready for her own baby until she’s in her teens.
The orangutan has the longest childhood dependence on the mother of any animal in the world, because there is so much for a young orangutan to learn in order to survive. The babies nurse until they are about six years of age. The young males may stay close by their mothers for a few more years but the females may stay until they are into their teens, allowing them to observe mothering skills as they watch their younger sibling being raised by the mother. Orangutan females only give birth about once every 8 years – the longest time between births of any mammal on earth. (This results in only 4 to 5 babies in her lifetime.) This is why orangutan populations are very slow to recover from disturbance.
Food is often scarce in the rain forest and that is why the orangutan is a semi-solitary creature. In times of great abundance of food, orangutans may use the opportunity to socialize and gather in small groups.
Their diet is made up of bark, leaves, flowers, a variety of insects, and most importantly, over 300 kinds of fruit. The mothers must teach the babies what food to eat, where to find that food, in which trees and during which seasons. It is thought that the orangutan must have a very detailed map of the forest in her mind, and detailed knowledge of the fruiting cycles of many species of trees. (This prevents wasting valuable energy searching for fruit trees randomly, and traveling to a certain fruiting tree whose fruits will not ripen for some time). The babies must eventually know hundreds of species of plants and trees, which ones are edible, and how to process them; some are very difficult to eat because they are protected by sharp spines and shells.Males often weigh over 200 pounds, where females are 1/3 to 1/2 his size. The males generally remain solitary until they encounter a female who is receptive to mating. They will stay with the female for several days to ensure a successful mating but will soon resume their solitary life. Due to their large size, males will more often travel on the ground than females.
Orangutans are one of the most critically endangered of the great apes, due to poaching and habitat loss. Based on the World Bank’s estimation that mechanized logging in the Kalimantan forest, (Indonesian Borneo), will result in its total loss by 2010, and other statistics stating that wild orangutans are disappearing at a rate of 2,000 orangutans per year, optimistic predictions give the orangutan ten more years before extinction in the wild (Hooper 2002).
Indonesia adalah habitat hewan yang mengagumkan ini, habitat orangutan di negeri ini hanya dapat ditemui di Sumatera dan Kalimantan, dan menurut ahli lingkungan hidup jumlahnya kini hanya sekitar 60.000 saja.
Hardi Baktiantoro, Pendiri Centre of Orangutan Protection, organisasi non-profit di bidang pelestarian orang utan. mengatakan bahwa “97,3% DNA orangutan sama dengan manusia”. orangutan kerap disiksa dan dibunuh, seiring dengan pembukaan lahan perkebunan, Hardi sering mendapati mereka hidup dan mati dalam keadaan yang mengenaskan, tengkorak hancur, mata dicongkel, patah tangan atau kaki, disundut rokok, bahkan dibakar hidup-hidup. penyebabnya sering kali tidak masuk akal “sekedar iseng alias untuk bersenang-senang!”.
Hardi yang pernah memberikan pernapasan buatan demi menyelamatkan nyawa seekor orangutan, menuturkan apa yang dilakukannya bukan tanpa resiko, dia kerap diintimidasi, bahkan pernah dikeroyok sejumlah orang di sebuah pasar burung di Jakarta lantaran aktivitasnya, “Lengah sedikit,saya bisa pulang nama” jelasnya.
“Saat manusia mengalami penyiksaan atau kekerasan, mereka bisa berbicara, dan berteriak mengekspresikan rasa sakitnya. tidak demikian halnya dengan orangutan, siapa yang akan memahami atau memperjuangkan mereka?” Hardi memutuskan menjadi orang itu.
ISU-ISU YANG MENGANCAM ORANG UTAN
Punca kepupusan orang utan ialah :
1. Ladang-ladang kelapa sawit
2. Pembalakan
3. Perburuan haram
4. Perdagangan binatang kesayangan.
23 September 2005 Laporan bertajuk “Oil for Ape Scandal oleh Pertubuhan Friends of the Earth mendedahkan :
1. Tanpa campur tangan segera, perdagangan kelapa sawit boleh menyebabkan pupusnya spesies Orang Utan dalam masa 12 tahun.
2. Hampir 90 peratus habitat Orang Utan di Indonesia dan Malaysia telah musnah.
3. Beberapa orang pakar menganggarkan bahawa 5,000 Orang Utan pupus setiap tahun, kesan daripada keadaan itu.
4. Terdapat kurang daripada 60,000 Orang Utan yang hidup secara liar di Borneo dan Sumatera.
5. Pusat penyelamat Orang Utan di Indonesia “padat dengan bayi Orang Utan yang yatim piatu” yang diselamatkan dari hutan-hutan yang ditebangkan untuk perladangan kelapa sawit.
6. Kerajaan Indonesia bercadang untuk mewujudkan sebuah ladang kelapa sawit terbesar dunia di Borneo, iaitu di sepanjang sempadan dengan Malaysia, yang akan merentasi kawasan perlindungan orang utan.
7. Menggesa kerajaan Indonesia dan Malaysia menerima dan melaksanakan Deklarasi Kinshasa yang diterbitkan oleh Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) 10 September 2005 dan menamatkan penukaran kawasan habitat Orang Utan kepada ladang-ladang kelapa sawit. Kerajaan Indonesia telah menandatangani perjanjian itu tetapi kerajaan Malaysia belum menandatanganinya.
8. Orang utan diburu oleh semua pemburu haram untuk dijual kepada pembeli yang menginginkan daging orang utan.
DANA UNTUK ORANG UTAN
BUKIT MERAH 3 Mac - Yayasan Orang Utan (YOU) Bukit Merah telah dilancarkan bagi melaksanakan program pemeliharaan, penyelidikan dan pembiakan Orang Utan di Pulau Orang Utan di Bukit Merah Lake Town Resort (BMLR).Majlis pelancaran itu dilakukan serentak dengan pelancaran YOU, logo, laman web dan Piagam Pulau Orang Utan oleh bekas Ketua Setiausaha Kementerian Sumber Asli dan Alam Sekitar, Datuk Suboh Mohd. Yassin.
Pelancaran YOU adalah antara langkah BMLR menjayakan usaha mengumpul dana sebanyak RM6.2 juta untuk membangunkan prasarana yang lengkap di Pulau Orang Utan.YOU itu dilihat sebagai penggerak kepada usaha perlindungan dan pengekalan alam sekitar supaya spesies Orang Utan terus dilindungi dan dikekalkan kewujudannya.Pengerusi Lembaga Pemegang Amanah YOU, Tan Sri Mustapha Kamal Abu Bakar berkata, usaha mengumpul dana berjumlah RM6.2 juta itu adalah semata-mata untuk menyelamatkan masa depan spesies Orang Utan.'Usaha mengumpul dana ini juga adalah untuk membolehkan kita menjalankan usaha pembiakan dan konservasi orang utan. ''Kita memerlukan dana bagi meningkatkan kemudahan di Pulau Orang Utan di sini supaya proses pemeliharaan serta penyelidikan dapat berjalan dengan teratur dan terperinci," katanya.
Sementara itu, Ahli Lembaga Pemegang Amanah YOU, Profesor Emeritus Datuk Dr. Abdul Latiff Mohamad berkata, sokongan dan kerjasama semua pihak penting bagi memastikan Orang Utan tidak pupus.
Beliau berkata, 80 peratus daripada dana yang disumbangkan kepada YOU akan digunakan untuk melaksanakan program pemeliharaan, penyelidikan dan pembiakan orang utan di Pulau Orang Utan.
''Saya yakin dengan adanya sokongan dan sumbangan dana, hasrat untuk melestarikan pemeliharaan Orang Utan di sini akan mencapai kejayaan," katanya.Setakat ini, terdapat 23 ekor Orang Utan termasuk 12 ekor anak Orang Utan lahir di pulau itu sejak ia diwujudkan pada Februari 2000.
Katanya, mereka yang ingin mendapatkan maklumat mengetahui mengenai orang utan, kajian saintifik dan program YOU boleh melayari laman web: http://www.orangutanisland.org.my.pada/ majlis tersebut, YOU dan Yayasan Pulau Banding iaitu yayasan yang mempelopori usaha memulihara Hutan Belum-Temengor di Gerik telah melantik penyanyi Dayang Nurfaizah sebagai duta pemeliharaan dan pengekalan alam semula jadi.
Dayang Nurfaizah ketika ditemui pula memberitahu pemilihannya sebagai duta program berkenaan amat dihargai dan merupakan satu tanggungjawab besar bagi sama-sama melindungi Orang Utan.
''Saya teruja dan bangga dipilih sebagai duta dan ini merupakan satu tanggungjawab besar kepada saya.
''Sebagai anak Sarawak, saya akan memberikan maklumat mengenai Orang Utan dan kepentingan memelihara dan mengekalkan alam semula jadi demi kebaikan generasi masa depan," katanya.







0 ulasan:
Post a Comment